Inbound

  • Related

  • Words are not enough at all

    Aku pikir- cukup dengan kata cinta dan sayang,
    tapi ternyata aku tetap harus memberikan hati.
    Aku kira- sukup hanya dengan mencinta dan menyayangi,
    tapi ternyata aku tetap harus sedia dicinta dan disayangi.
    Rupanya aku tak bisa mengharap buah jika tak berbunga.
    Dan aku terlupa bahwa aku adalah manusia.

    Aku pikir- cukup hanya dengansetia dan rindu,
    nyatanya aku tetap harus membarikan perhatian dan waktu.
    Aku kira- cukup hanya dengan menyimpan photo mu dalam dompetku, dilayar ponsel ku,
    nyatanya aku tetap harus menunjukkan kehadiran asmara diantara kita, dalam genggaman kita.
    Rupanya aku tak bisa meminta cahaya jika tak membuat api.
    Aku sempat terlupa bahwa kau adalah perempuan yang aku cinta, dan mencintai aku.

    Baru aku sadari, bahwa predikat takkan berarti tanpa subyek,
    takkan ada cinta bila yang tercinta tak ada untuk memberi cinta dan menerima cinta.
    Aku lupa jika tak hanya aku yg membutuhkan …
    aku tak ada saat kau membutuhkan aku …

    Sepenuh hati, aku mohon maaf untuk kekhilafan itu – kekurangan itu.
    karena ternyata aku terlalu hanyut oleh kesetiaan belaka yang aku jaga,
    karena aku terlalu pongah hanya dengan kata cinta ku yang kau terima.
    Aku tak ingat untuk menerima ungkapan dan bentuk cintamu, membayar setia mu, menjawab rindu mu.
    Aku tak ingat untuk menyuguhkan wujud cinta untuk kita nikmati bersama.

    Maafkan aku untuk kelemahan itu – kesalahan terbesar dalam hidupku.
    Aku harap masih ada kesempatan untuk hadirkan apa yg kau harapkan dari ku
    Aku pikir- memang tak akan cukup hanya dengan kata-kata …

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.