Inbound

  • Related

  • The Third Gates of the Life on Earth

    Yes, we are now walking through the third gates of the life on earth. But, what did I mean about this gate? And what are the first and the second gate? Are they related to the nations categories in order to the economic and politic conditions those impacts to whole world?

    Mungkin akan sedikit saya gambarkan tentang gerbang-gerbang dunia yang terjadi pada kehidupan umat manusia di bumi – tentu saja ini merupakan pendapat personal saya saja, dan anda bebas berpendapat.

    1st Gate of the Life on Earth

    Babak pertama ini dibuka dengan turunnya Adam AS, sebagai manusia pertama di muka bumi. Manusia yang memotong rantai evolusi dari kera (Ape) menjadi kera berdiri tegak (standing ape). Manusia yang punya pikiran, daya analisa, mencari ide dan ilmu yang tersedia, pengambilan keputusan, serta berbagai kemampuan dasar manusia untuk bertahan hidup. Bukan sekedar menanti buah jatuh dari pohon – atau menunggu hewan buruan mati gagal jantung di dekat mereka.

    Manusia yang dibekali ilmu dan tenaga itu membuka gerbang dunia pertama untuk bercocok tanam dan berburu. Dengan segala tehnik dan trik yang mereka pahami untuk menghasilkan bahan makanan dan bahan pendukung kehidupan lainnya.

    Definisi utama Gerbang Dunia Pertama adalah usaha kegiatan umat manusia untuk bertahan hidup dan memajukan peradaban untuk kehidupan lebih baik – dan usaha yang dilakukan butuh tenaga keras memeras keringat. Yang digunakan di masa ini adalah otot dan vitalitas tubuh. Ketika semua orang melakukan hal yang sama untuk hidup (bercocok tanam, berburu, barter/jual beli dan industri hand-made/human powered.


    2nd Gate of the Life on Earth

    Babak kedua ini dimulai dengan terjadinya revolusi industri di berbagai Negara, berbagai sector produksi barang  penunjang kehidupan dan peradaban manusia. Kuantitas yang digunakan untuk bekerja dengan otot pada Gerbang Pertama digantikan oleh mesin-mesin besar yang bertenaga kuat dan tanpa lelah. Proses terjadinya revolusi ini bukan terjadi tanpa korban dan cela. Pemangkasan penggunaan tenaga manusia menciptakan pengangguran dalam jumlah raksasa ; dibutuhkan skill khusus untuk mengoperasikan mesin-mesin tersebut – yang tentu saja membutuhkan pendidikan tertentu, sementara pendidikan merupakan hal yang relatif mahal ; tenaga manusia digantikan dengan bahan mineral hasil tambang yang menghasilkan polusi ; angka kemiskinan semakin terlihat jelas dan mempertegas kesenjangan social ekonomi.

    Namun babak ini juga memiliki dampak positif : dengan proses perampingan tenaga kerja juga memicu industri-industri kecil dari mereka yang kreatif, tetap semangat dan mandiri ; Proses industry dengan mesin dapat menghemat tenaga manusia dan waktu produksi ; Perluasan sector pekerjaan (yang dulunya hanya berkutat makanan dan barang pendukung kehidupan lainnya), kini bertambah dengan industry permesinan dan perawatan mesin tersebut.

    Gerbang Dunia Kedua ini di definisikan dengan proses industri modern dengan bantuan tenaga mesin (mesin besar) yang sebagian besar masih berpolusi, mesti dilakukan per tahapan dengan alat mesin yang berbeda, atau lebih mudah disebut sistem industri manual mechanism.

    3rd Gate of the Life on Earth

    Babak ini dibuka dengan proses perampingan model alat penunjang industry. Mesin-mesin mulai mengecil, bersuara lembut, higienis, hemat energy dan kebutuhan tenaga operasional yang semakin minimal (tinggal pencet sini pencet sana – tinggal tunggu selesainya).

    Komputer yang dulu segede gaban, berubah menjadi laptop mungil yang canggih. Telepon yang dulu “kring…”diruang keluarga kita, kini bebas dibawa kemana-mana – plus fitur hiburan yang ditambahkan. Surat yang butuh waktu berhari-hari telah berganti dengan e-mail yang online dan real-time.

    Semua jadi seba super mudah dan dan ringkas bagi umat manusia. Segala menjadi hanya dibutuhkan secara minimum. Ini adalah gambaran umum yang sedang kita alami sekarang sejak era millennium digembar-gemborkan dulu.

    Teknologi yang terus berkembang dan maju dengan pesat, memanjakan manusia dari tempat duduknya – bekerja sambil ngemil dan bersantai, bersosialisasi tanpa harus bertemu muka, jual beli hanya dengan telepon, SMS atau bahkan hanya dengan KLIK. Apapun bisa kita lakukan dan dapatkan hanya dengan sedikit gerakan (tentu saja tidak untuk buang air)

    Apa yang kita dapat perbuat ini merupakan transformasi usaha dan pemikiran besar sejak Gerbang Pertama dan Kedua. Proses besar yang panjang dan lama, serta memakan begitu banyak korban (dari berbagai bentuk) – tapi apa yang kita dapatkan sekarang mungkin merupakan hal yang setimpal.

    Jadi kita sebagai umat manusia yang sedang berada dalam momen Gerbang Ketiga Kehidupan di dunia ini harus memiliki kunci untuk bisa memasukinya dan hidup (berjalan melewatinya). Apa kunci itu? Tentu saja kemampuan untuk menggunakan fasilitas yang tersedia itu. Celakalah mereka yang tidak bisa komputer, internet, buta dengan mekanisasi serba praktis itu, dan masih sekedar mengandalkan otot untuk menggali harta terpendam di dunia ini. Sekarang bukan lagi jamannya bebas buta huruf dan angka – sekarang saatnya melek teknologi dan interaksi sosial lintas budaya dan bahasa.

    Apa anda sendiri sudah cukup punya kapabilitas untuk menempuhi Gerbang Dunia ketiga ini?

    Kelak ketika gerbang ini sesudah terlampaui, ketika dunia dimana kita hanya perlu menyentuh, menjentikkan jari dan berdehem untuk menggerakkan roda dunia – kelak kita akan menyambut Gerbang Dunia Ke-empat (4th Gate to the Life on Earth), yaitu dimana kita tak lagi memusingkan hal-hal duniawi.

    Ketika di Gerbang sebelumnya kita hanya bertindak sederhana dengan sentuhan kecil, maka pada Gerbang Ke-empat adalah dimana kita tidak perlu menyentuh apapun, dan itu berarti saatnya kita berurusan dengan akherat. Apa maksudnya? Anda bisa menerkanya sendiri bukan…

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.