Inbound

  • Related

  • The negotiation

    Langkah itu kian beranjak maju dan ke depan, karena begitulah semestinya kita melangkah menghadapi kehidupan ini. Meskipun kadang kita harus mengambil langkah mundur sebagai persiapan untuk sebuah langkah atau lompatan besar ke depan.

    Begitu juga dengan Rama dan Shinta. Setelah beberapa lama berpacaran untuk saling mengenal lebih dekat, mem-verifikasi kesungguhan diantara mereka (bahasanya itu lho…). Akhirnya muncul suatu gagasan cemerlang untuk memperkuat dan menegaskan hubungan diantara mereka, pernikahan.

    Bukan hal yang mudah untuk menyandingkan dua anak manusia ini. Selain urusan biaya pernikahan, segala jenis persiapan dan tetek bengek (halah, bahasa mana lagi itu?). Ada hal-hal yang lebih mendasar dibandingkan hal-hal yang tersebut sebelumnya itu. Yaitu, menyandingkan dua keluarga dengan latar belakang berbeda (seperti film Meet the parents/fockers), dan terutama menyandingkan dua kepala, dua hati dalam satu  lingkaran sempit bernama keluarga.


    Dan disinilah terjadi sebuah negosiasi besar yang bukan merupakan konferensi meja bundar, karena hanya ada Rama dan Shinta di sebuah kafe. Membicarakan persiapan pernikahan mereka, mimpi-mimpi indah, dan yang cukup rentan disini adalah … PENGERTIAN.

    Tidak peduli sehitam apa kamu dan seputih apa pasanganmu, yang dibutuhkan adalah pengertian. Tak masalah seburuk apa kamu dan seindah apa pasanganmu, tetap butuh pengertian. Dan tak jadi persoalan apa-apa yang ada dibelakangmu atau pasanganmu (keluarga, masa lalu, kelemahan, kesalahan, dll), selalu diperlukan pengertian disana.

    Bukankah pernikahan seperti idiom “politik dagang sapi” yang biasa kita dengar dalam berita mengenai kancah politik di negeri kita? Dengan bahasa sederhana : Lu kasih, gue bayar – lu bayar, gue kasih. Bukankah demikian juga hubungan cinta dua anak manusia? Kalau pacaran, tidak mungkin cinta hanya berasal dari satu pihak saja.

    Biasanya “politik dagang sapi” ini sedikit banyak berorientasi pada aspek keluarga. Dalam contoh dinamikanya adalah : Orangtua Shinta sudah tua dan tak mampu lagi bekerja, sementara ada dua adiknya yang masih harus bersekolah. Bagaimana cara bernegosiasi agar suaminya – Rama, sedia membiayai pendidikan adiknya? Apa yang harus Shinta bayar untuk itu?

    Bersambung…

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.