Inbound

  • Related

  • The beauty senses

    Karena mata yang tidak memandang memperhatikan,
    aku sekedar sebutir pasir dipantai yang luas …

    Karena memandang bukan berarti berakata,
    aku sekedar makhluk yang selalu berharap dan menduga …

    Karena berkata hanya melantunkan bahasa,
    aku sekedar manusia yang mendengar dan berbicara …

    Karena bahasa tak selalu cerminan hati,
    aku sekedar jiwa yang meminta raga –
    aku sekedar raga yang meminta akal –
    dan aku sekedar akal yang meminta hati …





    Aku adalah pejuang asmara !
    Menyalakan api lilin cinta untuk menemani aku dalam gelap kesendirian,
    mencari waktu terbaik untuk membagi cahaya dan hangatnya kepada mu,
    atau justru memadamkannya dan kembali dalam gelap nan sepi …
    Sekedar berharap menentukan tujuan.
    Kau kah yang menjadi tujuan itu ?
    Kau kah yang akan menemani setiap hela napas hidup ku ?
    atau hanya sebuah alasan untuk aku rindukan …
    Mungkin harus aku jelaskan pada mu,
    tapi mungkin hanya akan ku nikmati sendiri,
    atau justru aku akhiri …

    Share this to your friends

    5 comments to The beauty senses

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.