Inbound

  • Related

  • Segitiga

    Mungkin cerita akan lebih seru ketika posisi dimana Monik dulu berada juga dialami oleh Shinta disaat-saat seperti ini.

    Ketika Rama sedang dalam upaya perubahan sikap dalam era pedekate kepada dirinya, seorang laki-laki yang sedari kecil sangat Shinta idolakan, ia puja, ia suka – muncul sebagai laki-laki dari kasta yang sama yang juga sedang melakukan pendekatan kepada dirinya.




    Jika ia bertindak dengan hati, berbekal masa kecil yang manis dan indah, tentu ia akan memilih Mario sebagai kekasihnya. Mario adalah sosok yang lebih dekat secara kondisional kepada Shinta, ketimbang dengan Rama.

    Dan jika dia memilih Rama, berarti dia siap bertarung dan bertaruh terhadap sesuatu yang mungkin berada diluar ambang batas apa yang bisa ia bayangkan. Seorang Cinderella di dunia modern.

    Namun jika saja ia menutup semua kemungkinan, bahwa Mario hanyalah mimpi indah dimasa remaja dulu, dan Rama adalah seorang sahabat yang baik dan akan tetap menjadi sahabat. Berarti dia merasa segala tantangan kehidupan berada dalam suasana kondusif dihadapannya.

    Hehehe, tapi karena sedari awal kan kita sudah tahu bahwa nanti Rama akan menikah dengan Shinta, jadi intermezzo ini hanya sebagai sudut pandang yang berbeda saat menghadapi godaan dan dilemma.

    Nah, bagaimana kalau hal ini terjadi denganmu? Apa yang kamu pilih, melanjutkan mimpi – bertaruh – atau ‘let the wind blows’?

    Bersambung…

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.