Inbound

  • Related

  • RS; Don’t sleep!!

    Tittle    : RS; Don’t sleep!!
    Tagline    : Tidur untuk selamanya …
    Inspirations : Kalo ada Bangsal 13, kenapa gak di-mix ama The grudge?
    Biasanya kalo orang sakit parah kan gak boleh sampe ketiduran, ntar malah bablas

    Bab 1    : Ruang 4 bangsal kenanga

    Seorang pria menelpon bagian administrasi RS, menanyakan tentang keadaan terbaru dari kamar rawat inap ruang 9 bangsal kenanga.
    Belum lama telah meninggal dunia seorang pasien penderita jantung koroner.
    Sebelumnya seorang pasien liver pindah dari ruang tersebut setelah 1 malam.

    Bab 2    : Langkah awal
    Lima orang pemuda dan pemudi datang menjenguk kawan mereka yang dirawat inap karena menderita demam berdarah.
    Ryan dirawat dibangsal mawar, berbaur dengan sekitar 20 pasien umum lain.

    Bab 3    : Malam maut
    Disamping Ryan adalah pasien penderita penyakit stroke, mungkin memang karena sudah tua.
    Malam hari menjelang dini hari, keadaan menjadi panik ketika orangtua itu sekarat dan akhirnya meninggal.
    Ryan masih terbayang wajah orang tua itu yang mengerang menjelang ajal tiba. mengerikan.
    Ryan tak bisa tidur semalaman.

    Bab 4    : Tuntunan gelap
    Pagi harinya, Ryan minta dipindahkan dari bangsal ekonomi itu.
    pindah ke ruang 9 bangsal kenanga.
    Nadia, kekasih Ryan datang menjenguk. sebenarnya mereka sedang dalam perselisihan.
    Ryan ditemani oleh Boni dan Agung, sahabat dekatnya – teman satu kost, selama dirawat di RS.
    Saat terang beranjak gelap menuju malam, suasana ruangan seolah berubah menjadi mencekam.

    Bab 5    : Terbungkus gelap
    Boni dan Agung sedang berada diserambi luar kamar saat Ryan beranjak terlelap.
    Tapi hawa berat dan mencekam membuatnya kembali terbangun dan dikejutkan oleh sosok kakek yang kemarin mati didekatnya.
    Wajah yang serupa nampak jelas mengerang menjelang ajal meminta tolong pada Ryan tanpa bersuara.
    ketakutan yang hebat membuat Ryan pun membisu dan gemetaran, hanya bisa menarik selimut dan membungkus diri. hingga terlelap kembali.
    Tapi hawa berat itu kembali datang membangunkannya, mengungkap selimut dan terkejut kembali.
    Sosok wanita pucat melayang diatas dengan rambut panjang tergerai bebas kemana-mana. Ryan memekik kaget.
    Boni dan Agung datang menyelamatkan Ryan dari bayangan menakutkan yang seolah begitu nyata keluar dari mimpi.
    Atau memang bukan mimpi?

    Bab 6    : Mimpi yang terlarang
    Boni dan Agung masih betah bermain game HP via bluetooth, kali ini didalam kamar.
    Ryan kembali tertidur saat suasana sepi, waktu Boni pun tidur diranjang yang kosong. sementara Agung masih sibuk dengan HPnya.
    Kali ini mimpi lain hadir pada Ryan, seolah ia berada pada suatu kejadian masa lalu.
    Kejadian yang sangat mengerikan dan menakutkan.

    Bab 7    : Krisis waktu
    Pagi harinya kondisi Ryan menurun. setelah mendapat tambahan darah dan perawatan intensif, masih belum ada perkembangan.
    Seorang pria datang menjenguk Ryan, pria yang selalu menanyakan kabar terakhir ruang 9 bangsal kenanga.
    Memperingatkan Ryan dan teman-teman Ryan untuk menjaga Ryan agar tidak tertidur, atau ia akan tertidur selamanya.
    Kemarin malam baru peringatan, malam ini adalah eksekusi.
    Perawat mengusir pria yang dianggap memberi berita bohong dan mengganggu proses penyembuhan pasien.
    Terang semakin hilang dan Ryan masih dalam kondisi buruk. lelah dan sakit membawa kantuk yang hebat.

    Bab 8    : Malam yang panjang
    Gelap sudah datang, Agung dan Boni berusaha mengajaknya untuk terus terjaga.
    Sementara Nadia yang juga menemaninya, mendukung Ryan untuk percaya pada hal yang lebih rasional, meski membebaskan Ryan memilih.
    Mereka terus mengajak Ryan berbicara dan bercerita.
    Satu demi satu teman terjaga Ryan mulai tumbang seiring berjalannya waktu.
    Tinggal Ryan dan Nadiayang terjaga, mengenang kisah manis mereka dulu.
    Kantuk semakin memberatkan Nadia, akhirnya tertidur. hanya Ryan yang terus berusaha terjaga dengan lelah dan pening yang ia rasa.
    Setiap detik ia terlena dalam kantuk, sekelebat penampakan menyeramkan muncul, ia segera kembali terjaga.
    terlena kembali, muncul lagi, terjaga lagi – berulang kali.
    hingga hampir tak kuasa menahan.

    Bab 9    : Misteri ruang 9 bangsal kenanga
    Pria tadi siang muncul mengingatkan Ryan untuk tidak tertidur.
    Memberi suatu trik untuk terjaga, sambil bercerita tentang sesuatu yang berhubungan dengan misteri ruangan ini.
    Bagaimana kisah hingga menjadi kewaspadaannya tentang ancaman pada pasien yang tertidur diruangan ini.
    Membuka sedikit misteri yang ia tahu dari pengalamannya.
    Toh, Ryan sudah tak kuasa menahan kantuk dan menyerah.

    Bab 10    : Tidurlah bersama kami, selamanya …
    Kali ini mimpi Ryan tak membawanya kemana-mana, masih diruangan ini diwaktu yang sama.
    Muncul seorang wanita cantik menghampiri Ryan dan berbincang.
    muncul orang lain. Pria tua, anak kecil, pemuda sepantarannya, lalu disusul orang-orang yang muncul dari toilet ruangan ini.
    Tidak mungkin toilet seluas 2x3m bisa menampung lebih dari 30 orang !!!
    Dalam lena perbincangannya dengan wanita cantik itu, seorang diantara mereka mendekati benang merah antara Ryan yang bercakap dengan Ryan yang terbaring diranjang.
    Pria tadi siang tiba-tiba muncul menghalangi orang itu yang hendak memotong benang kehidupan Ryan.
    Pria itu menyuruh Ryan untuk segera kembali ke raganya yang tertidur diranjang, tapi orang2 berwajah pucat itu segera bereaksi untuk menghalangi Ryan.
    Dalam perjuangan kembali ryan, terkuak rahasia sebenarnya mengapa ia tak boleh tertidur.
    Mereka semua adalah pasien yang tertidur dan mati, karena misteri yang kemudian tersibak dan mereka yang terjebak oleh mereka yang lebih dulu.
    Ryan dalam kesulitan untuk kembali ke raga nya dan tersadar, kondisi raga nya makin memburuk.

    Bab 11    : Cinta, tolong aku
    Ryan meneriaki Boni dan Agung untuk segera terbangun dan balik membangunkannya atau memanggil paramedis.
    Tapi tak ada respon dari mereka. dimensi yang memisahkan mereka.
    Ryan mencoba mengguncang-guncang Nadia. tapi percuma karena ia tak merasakan apapun.
    Dalam ketakutan, ryan merapatkan diri dengan raganya agar benang kehidupannya tak terbentang dan mudah terpotong.
    Sementara orang2 pucat itu berusaha menyingkirkan Pria penolong Ryan dan mencari benang kehidupannya.
    “Takkan bisa, kalian takkan menemukan benang kehidupan orang berpenyakit stroke, karena setengahnya telah hilang. Hanya malaikat pencabut nyawa yang bisa menemukannya!!”
    Ryan berkata didepan telinga Nadia, memintanya untuk segera terbangun. “Cinta, tolong aku”

    Bab 12    : Maut yang datang
    Tiba2 Ryan merasa jantungnya seolah berhenti berdegup. hawa dingin meyeruak dalam ruangan yang berat dan mencekam.
    seperti sebuah adegan film yang berada dalam scene slow motion, seolah waktu terhenti ketika cahaya terang datang melintas, begitu dekat dengannya.
    Sementara pria itu masih berusaha menghalangi orang2 pucat itu untuk memotong benang kehidupan Ryan.
    Wanita cantik tadi berkata, “mengapa kau menghalangi kami untuk mengajaknya bersama kita? kau sudah menjadi bagian dari kami!!!”
    Kalimat yang mengejutkan disusul ledakan cahaya yang menyilaukan.
    Boni, Agung dan Nadia tiba2 terjaga bersamaan. lalu bergegas menuju Ryan dan berusaha membangunkannya meskipun mereka terkejut melihat pria tadi siang tertidur dikursi didekat Ryan.
    Ryan segera membuka matanya, tergagap ia segera meminta mereka untuk memanggil dokter atau perawat.
    Bukan untuk dirinya, tapi untuk pria itu.

    Bab 13    : Misteri yang tersimpan
    Pria itu meninggalkan karena gagal jantung saat ia tertidur.
    Ryan ingat benar kata2 yang diucapkan wanita cantik itu “Juga bagian dari kami …”
    Hari berganti, kondisi Ryan membaik dengan cepat dan diperbolehkan pulang untuk rawat jalan.
    Seusai mengurus administrasi, Ryan menunggu ditaman tengah rumah sakit. memandang pintu ruang 9 bangsal kenanga tempat ia dirawat sebelumnya.
    misteri yang ia tahu, dan pengalaman yang ia lewati akan menjadi rahasia.
    Nadia datang menjemput mengajaknya pulang. sekilas ia melihat pintu ruangan itu sebelum pergi.
    Pintu itu terbuka meski tadi telah dikunci oleh pengurus RS.
    Nampak orang-orang berwajah pucat yang semalam ia lihat. termasuk pria yang telah menolongnya.
    Apakah misteri ini akan terus berlanjut dengan teror dalam ruangan itu?
    Misteri apa yang menjadikan mereka mengajak pasien yang tertidur diruangan itu untuk menjadi bagian dari mereka?
    (Siapa saja orang2 pucat yang menjadi bagian teror ruangan itu? …)

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.