Inbound

  • Related

  • Karena garam tak lagi asin dalam sayur

    Kok bisa begitu? Bukannya dari dulu sampai tahun jebot ntar, yang namanya garam tetap asin? Apalagi yang ngasih garam secangkir buat sayur satu panci, hehehe…

    Sebentar, garam disini adalah analogi dari perasaan cinta. Jadi proporsi jumlah cinta yang dibutuhkan sudah sangat jelas bobotnya. Kurang berarti nggak romantis, berlebihan berarti syirik terhadap Tuhan YME.

    Dan kebetulan hal seperti ini terjadi dalam haluan keluarga kecil Rama dan Shinta. Ketika hubungan mereka sudah resmi berstatus suami dan istri, ketika waktu sudah merambat dan melintasi berbagai dimensi tingkah polah kehidupan dua anak manusia itu dalam lingkaran bernama rumah tangga. Tiba-tiba muncul suatu titik jenuh, atau mungkin yang lebih sederhana adalah perasaan bahwa pasangannya tidak lagi memiliki perasaan yang sama seperti dulu.


    Dalam pengertian : Lagu cinta akan terasa dan terdengar lebih romantis, lebih menyentuh hati ketika sang penciptanya belum dalam posisi berhubungan – atau masih dalam posisi sendiri alias jomblo. Atau yang kadang lebih menjual adalah saat sedang patah hati (hiks…)

    Shinta merasa bahwa Rama tak lagi mengekspresikan rasa cintanya kepada Shinta sesering dulu, seindah dulu waktu masih pacaran atau awal-awal menikah. Sementara Rama berasumsi bahwa intepretasi rasa cinta yang dibutuhkan saat ini berbeda dengan saat masih pacaran. Karena dalam konteks rumah tangga ada hal yang lebih esensial ketimbang mengumbar rasa cinta. Toh, dalam kehidupan rumah tangga mau lari kemana lagi presentasi rasa cinta kalau bukan di ranjang?

    Ada yang salah dalam harmonisasi hubungan antara Rama dan Shinta kini. Masing-masing memiliki penterjemahan yang berbeda dan agak sulit untuk diselaraskan.

    Menurut Shinta, cinta tidak harus berujung dengan kegiatan di ranjang. Sesuatu yang mungkin sepele dan signifikan yang sangat dibutuhkan lebih dari sekedar sentuhan ragawi.

    Apa yang kamu lakukan jika kamu membuat sup sesuai aturan baku resep terkenal (tanpa melenceng 1 mg pun dari kadar yang dibutuhkan), tapi cita rasa yang tercipta berbeda dengan yang pernah dirasa? Apa ini pengaruh oleh faktor lain?

    Bersambung…

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.