Inbound

  • Related

  • Devil in women – Devil is women

    Tittle : Devil in women – Devil is women
    Tagline : Apa yang terpikir dari seorang wanita cantik ?
    Inspiration : Gimana ya kalo ngeliat Dian Sastro Wardoyo main jadi peran antagonis (jahat) ?

    Scene 1 : Wanita pertama
    Memperkenalkan sosok Lisa yang cantik dan cerdas, hampir segala kelebihan yang diimpikan wanita berada pada dirinya.

    Scene 2 : Wanita kedua
    Memperkenalkan sosok Dita yang menjadi urutan kedua setelah Lisa.
    Sekaligus memperkenalkan sosok Pras, tunangan Dita.

    Scene 3 : Wanita ketiga
    Memperkenalkan sosok Yuni yang berada level ketiga.

    Scene 4 : Wanita keempat
    Mereka bertiga berada dalam satu lingkungan kerja dengan persaingan tersendiri dalam karier.
    Lisa yang menjadi Senior manager sangat disegani sebagai atasan yang tegas.
    Dita yang menjadi Senior designer sangat dibanggakan dengan karya nya yang menakjubkan.
    Sementara Yuni masih berada pada kursi First chief marketing, memiliki hal lain yang diperjuangkan.

    Scene 5 : Pisau ditangan kiri
    Masa lalu diantara ketiga sahabat itu.
    selalu nampak bahwa Yuni selalu menjadi yang nomor tiga, sementara Dita dan Lisa terus berlomba.

    Scene 6 : Bunga ditangan kanan
    Sebagai sebuah tim dalam satu perusahaan, mereka adalah trisula terbaik dengan kualitas otak dan kualitas kerja, selain istilah “good looking”.

    Scene 7 : Cermin Cleopatra
    Lebih dalam tentang Lisa yang begitu aktif dan enerjik dengan kegiatan kerja dan pergaulan kota yang metropolis.
    Dia adalah wanita modern. Pemikiran modern – Kehidupan modern – dan hati yang modern.

    Scene 8 : Sepatu Cinderella
    Lebih dalam tentang Dita yang begitu harmonis dan artistik.
    Dia adalah wanita yang indah. Jiwa yang indah – prilaku yang indah – dan kekasih yang indah bagi Pras.

    Scene 9 : Selendang 7 bidadari
    Lebih dalam tentang Yuni yang begitu sederhana dan intuisif.
    Dia adalah wanita yang bersahaja. Sikap yang sahaja – sifat yang sahaja – dan mimpi yang sahaja.

    Scene 10: Setetes air untuk 3 orang

    Tak ada yang kurang dari setiap pribadi mereka.
    Satu hal yang akan menjadi kekurangan, tak kan ada yang benar-benar menjadi nomor satu jika ketiganya menjadi ujung trisula.

    Scene 11: Sepotong roti untuk 3 orang
    Satu hal lagi yang menjadi masalah.
    Sebagai wanita diambang usia, tanpa pria disampingnya.

    Scene 12: Api untuk segalanya
    Lisa mulai mengambil langkah untuk mendapatkan kursi panas di perusahaan.

    Scene 13: Api untuk kehidupan
    Langkah awal untuk menjadi benar-benar nomor satu adalah menyingkirkan nomor dua dan nomor tiga.
    Lisa melempar Dita ke anak perusahaan, sementara Yuni dibuang ke anak perusahaan yang lain lagi.
    Jangan sampai kedua mata pisau trisula yang dipatahkan itu bersatu menjadi pedang ganda.

    Scene 14: Menjadi satu
    Diluar dugaan Lisa, Ryan – Kakak Lisa, melamar Yuni untuk menjadi istri.
    Ada suatu hal yang dulu begitu tajam, kini menjadi tumpul bagi Lisa.

    Scene 15: Menjadi besar
    Setelah pernikahan Ryan dengan Yuni, kembali sebuah kejutan diterima oleh Lisa.
    Anak perusahaan dimana Dita berada mendapatkan grafik peningkatan yang besar. pujian besar untuk Dita yang membawa kesuksesan itu.
    Lisa mendapatkan tamparan berwujud pujian – meletakkan orang yang tepat ditempat yang tepat.

    Scene 16: Laki-laki
    Munculnya Mario dalam kehidupan Lisa awalnya sebagai penawar akan gejolak hati, terlebih mengingat dita yang memiliki Pras, dan Yuni dengan Ryan.
    Mario adalah laki-laki petualang yang mengabdikan dirinya untuk mendapatkan tantangan, bukan kekuasaan.
    Kehidupan Lisa berangsur berubah sejak mario mewarnai hatinya.

    Scene 17: Antara hati dan hidup
    Proses perubahan itu setidaknya juga berpengaruh pada pandangan disekitar terhadap Lisa.
    Lisa mencoba menepis kehadiran Mario untuk kembali pada kehidupannya yang dulu, untuk menjadi nomor satu.

    Scene 18: Inagurasi
    Dalam sebuah rapat penting pimpinan perusahaan dan pemegang saham, muncul keputusan yang tak bisa ditolak Lisa.
    Memanggil Dita kembali ke pusat. kini terdapat nomor satu dan nomor dua yang begitu dekat.
    Mario dilempar menggantikan posisi Dita disana.

    Scene 19: Papan catur
    Kehamilan Yuni membuat ia memutuskan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan. dia memilih untuk hidup tenang bersama keluarga yang kini ia miliki.
    Yang tersisa adalah Lisa yang disegani, dan Dita yang dibanggakan. Pion telah bergerak, mesti melangkahkan yang bidak lain.

    Scene 20: Tuhan ada dimana?
    Pras dipindah tugaskan ke luar Jakarta, bergabung dengan kelompok join venture company yang berada di Singapura.
    Sejenak, tanpa keberadaan Pras disisi Dita – kualitas kerja Dita menurun. Kritik pun bermunculan.
    Lisa mendapat teguran dari atasan. ini bukan sekedar peringatan tentang mata pisau kedua, jika pisau itu patah – maka pisau yang tersisa akan benar-benar menjadi nomor satu.

    Scene 21: Wanita adalah segalanya
    Perlahan Dita menemukan kembali ritme kerjanya, kritik pun disahut dengan pujian yang sempat surut dan menghilang.
    Sebuah acara makan siang reuni, Lisa-Dita-Yuni.
    Masa lalu yang terucap tentang mereka bertiga. Kenapa Yuni selalu berada diperingkat ketiga berada dalam kuasa Lisa.

    Scene 22: Masterpiece
    Setelah beberapa waktu berlalu dengan perundingan dan pembicaraan, akhirnya Dita menyusul Yuni – keluar dari pekerjaannya, untuk menikah dan mengikuti Pras berada.
    Kini yang tersisa tinggal nomor satu untuk benar-benar menjadi nomor satu.
    Mario dipanggil kembali ke pusat, mengisi posisi kosong sepeninggalan Dita.

    Scene 23: Trisula
    Tapi apalah artinya jika trisula hanya memiliki satu mata pisau. sekedar pisau pendek berhias patahan bekas pisau lain yang dulu bisa membantu menahan serangan lawan, dan menyerang lawan.
    Lisa tetap disegani karena kecerdasan dan kecantikannya. Mario memiliki kemampuan yangtak kalah dibandingkan dengan Dita. Strategi pemasaran yang tepat masih bisa berbuat meski tanpa Yuni.
    Tapi Mario bukan Wanita yang bisa Lisa ajak bicara seperti Dita. Bagian Marketing menjadi sebuah tim besar yang perlu percaya diri untuk bicara didepannya, tidak seperti jika hanya berbicara pada Yuni.
    Lisa mencari sela untuk mengantisipasi hal tersebut. mencari orang lain untuk mengganti dua sahabatnya.
    Tapi sekali lagi pemikirannya untuk menjadi yang nomor satu menghalanginya untuk berbuat lebih dari sekedar menjadi atasan.

    Scene 24: Wanita adalah manusia
    Lisa jatuh sebagai nomor satu karena berada di tangga paling tinggi, bukan karena kualitas yang ia miliki.
    Mario mencoba masuk kembali kedalam kehidupan Lisa. tentang pekerjaan dan menghidupi, tentang tantangan dan kuasa, tentang uang dan membayar, tentang perjalanan hidup dan pelajaran hidup.
    Kepulangan Dita ke Indonesia sekaligus dimanfaatkan untuk reuni tiga sahabat itu.
    Makan malam dirumah Yuni. bermain game bersama-sama.
    kehangatan yang sempat luruh diantara mereka kini muncul lagi.
    seperti sebuah permainan halma. ketika semua bidak berkumpul di tengah.

    Scene 25: Satu wanita
    Dengan bantuan Mario, Lisa menemukan jalan terbaik untuk menjadikan dirinya menjadi nomor satu dalam arti sesungguhnya.
    Memahami untuk menjadi paling baik, dibutuhkan hal-hal baik yang mendukung – termasuk orang-orang didekatnya.
    Untuk menjadi terbaik, perlu ada yang mendukungnya.

    Scene 26: Masa depan wanita
    Apakah Lisa akan menikah dengan Mario?
    (Rahasia apa diantara Lisa dan Yuni?…)

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.