Inbound

  • Related

  • Bunga yang tak kunjung berbuah

    Tujuan utama dalam sebuah pernikahan menurut ilmu alam adalah regenerasi. Mempertahankan dominasi umat manusia di muka bumi ini. Dan menurut ilmu agama adalah melanjutkan determinasi sebagai umat yang selalu berusaha lebih baik dan menghindari keburukan.

    Intinya, memiliki keturunan dari genetik ayah dan ibu sebagai perpanjangan momentum kekuasaan dan keberadaan suatu silsilah keluarga.




    Sayangnya, setelah lima bulan menikah, belum ada tanda-tanda bahwa Shinta mengandung. Dan hal ini menjadi senjata ampuh untuk kembali menjatuhkan kredibilitas Shinta di dalam lingkungan keluarga besar Wijaya.

    Rama dengan bijaksana membesarkan hati Shinta dengan mengatakan bahwa mungkin Tuhan menilai mereka belum siap untuk menerima anugerah indah bernama anak. Shinta merasa moralnya terangkat jika Rama berkata demikian.

    Tapi Rama tidak seperti keluarganya yang lain, mereka lebih suka mencari kekurangan Shinta sebagai bahan koreksi dan pandangan terhadap masa lalu, masa kini dan masa depan. Terkadang Shinta menangis ditengah malam, didalam larut insomnia dan disela ibadahnnya kepada Tuhan YME.

    Ini adalah ujian terberat bagi Shinta. Menampar sisi tujuan pernikahan, menyentil keteguhan hubungannya dengan Rama yang begitu keras diperjuangkan. Betapa tak jarang kehidupan tak sejalan dengan harapan dan tujuan. Bagaimana harus menyikapi ini?

    Bersambung…

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.