Inbound

  • Related

  • Anti-Terrorist

    Title : Anti-Terrorist

    Tag : Rahasia dari semua bahaya

    Inspirasi : Adaptasi dari berbagai ancaman terorisme yang terjadi di Indonesia, mengungkap sisi lain kehidupan teroris dari sudut pandang sederhana.

    Bab I : Pengejaran terakhir

    Najip berlari sempoyongan dalam pelarian dari kejaran polisi anti terror yang sudah menghabisi garda depannya. Dia tak menyangka bahwa aparat bisa melacak posisinya dari hal-hal yang sepele yang semestinya tidak perlu ada. Kelak dia tidak akan menyadari apa saja ya dia lakukan.

    Bab II : Perbedaan prinsip

    Najip adalah mahasiswa S2 di slah satu universitas terkemuka di Malaysia. Perbedaan haluan agama membuatnya merasa terkucilkan oleh peradaban yang sekuler, bahkan hingga dia terbuang dari universitas.

    Untuk membuktikan dan menunjukkan paham agama, prinsip yang dia pegang adalah yang benar, Najip memutuskan untuk menepi – hijrah ke Riau, Indonesia – memulai sesuatu yang besar dari bawah.

    Bab III : Oposisi sayap kiri

    Perkenalannya dengan Hamid, Dr.Anshori dan beberapa orang berpaham serupa membawanya mengenal Farid, perwakilan dari kelompok garis keras Al Qiyamah dari Afganistan. Beberapa kesepakatan dan keputusan pun dihasilkan untuk tujuan yang besar. Meluruskan jalan yang menuju puncak gunung.

    Bab IV : Recruitment

    Untuk mewujudkan harapan dan menunjukkan kebenaran prinsip yang dia pegang, Najip melakukan rekrutmen anggota. Mulai dari ahli militer, senjata, psikologi, provokasi hingga martir siap mati.

    Segala metode pendekatan dia lakukan untuk menyakinkan korban hasutannya. Mulai dari doktrin Jihad dan syahid, hingga ancaman iblis berwujud Amerika Serikat.

    Bab V : Generasi

    Seusai beberapa aksi terror yang dilaksanakan di beberapa sudut di Indonesia, Najip harus berpindah-pindah tempat persembunyian untuk menghindari penciuman para polisi pelacak teroris. Setiap berpindah tempat dan menetap, Najip selalu menikahi seseorang perempuan dari daerah setempat. Sekedar berkamuflase atau pelampiasan, entahlah. Mungkin kini dia lupa dengan anak istrinya yang berada di Riau. Sudah berapa banyak istri dan anak yang dia punya?

    Bab VI : Konversi Genetik

    Ismail, mulai melacak keberadaan ayahnya yang telah meninggalkan dia dan ibunya di Riau sejak Sembilan tahun yang lalu. Ia membawa sebongkah amarah membara kepada ayahnya yang sudah melupakan keluarganya. Hebatnya, Ismail bisa melacak keberadaan Najip dengan cermat melalui jejak-jejak yang samar yang tidak bisa ditemukan polisi.

    Hingga akhirnya bertemu dengan ayahnya, luapan emosi itu sempat mered saat uraian jihad terjabarkan. Tapi kembali meluap saat Najip sendiri tudak mengijinkan anaknya ikut berjuang sebagai martir.

    Bab VII : Kontradiksi

    Yusuf sempat mendapat doktrin jihad ala Najip. Tapi hingga kasus terror bom di Jakarta terjadi, dia belum berani memutuskan jalan yang dipilih. Pikirannya berkecamuk dahsyat. Ditambah nasihat ibunya untuk menjaga diri selama menuntut ilmu di pondok pesantren dan tidak terhasut oleh ajakan-ajakan sesat diluar pemahaman umum. Rasio beradu melawan iman dan doktrin lain.

    Bab VIII : Runaway Bride

    Kesulitan menempa kelompok Jihad, ketika satu per satu anggotanya telah berkorban sebagai martir dan juga tertangkap polisi. Rencana pemboman rumah pribadi presiden nyaris batal karena “pengantin”-nya kabur, memilih dunia fana, menikah dan pergi entah kemana.

    Bab IX : Ketahuan !!

    Kemunculan Ismail sedikit banyak membuat Najip dan kawan-kawannya khawatir pada keamanan persembunyian mereka. Ditambah kebimbangan Yusuf untuk menjadi “pengantin” semakin menghambat pelaksanaan eksekusi bom. Najip kebingungan, belakangan ini sulit sekali membodoh-bodohi orang untuk sedia bunuh diri dengan embel-embel “mati syahid”.

    Masalah kian parah ketika emosi Ismail meledak saat bertengkar dengan ayahnya. Suara letusan pistol Ismail tentu saja memancing kecurigaan warga sekitar yang mengira rumah persembunyian itu sekedar tempat industri rumah tangga. Polisi mulai mengendus dengan akurat.

    Sebelum segalanya semakin berantakan dan tidak menghasilkan apapun, rencana pemboman rumah pribadi presiden akan tetap dilaksanankan sesuai jadwal meskipun tanpa “pengantin”, teori Hit and Run.

    Bab X : Ketika Tuhan pun tidak berpihak

    Bom sudah ditanam ditempat-tempat yang diprediksi akan mendapatkan korban sesuai target, detonator tersinkronasi melalui ponsel sudah diaktifkan, tinggal menunggu waktu eksekusi.

    Polisi kian mendekat, Ismail yang terus merongrong urusan duniawi – kekalutan itu membuat Najip harus segera bertindak. Tapi apa yang bisa ia perbuat ketika jaringan operator seluler yang menjadi penghubung detonator bom dengan pemicu-nya justru mengalami gangguan, No service – No Signal.

    Tiba-tiba polisi sudah mengetuk pintu, mengatakan salam ramah ala polisi kepada penjahat.

    Bab XI : Berakhir tanpa akhir

    Baku tembak dan serangan granat meyudutkan pihak Najip. Garda pelindungnya sudah berguguran dalam pertahanan terakhir. Berbekal senjata yang tersisa dan rompi bom bunuh diri, Najip berhasil menyusup keluar dalam kamuflase cerdik. Tapi polisi segera mengetahui dan mengejar gembong teroris itu.

    Dalam pelariannya itu, Najip justru mengalami kecelakaan saat tertabrak mobil. Kecelakaan yang merenggut setengah kesadaran dan ingatannya.

    Kisah teror Najip, diakhiri oleh keputusan Tuhan.

    Share this to your friends

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.