Inbound

  • Related

  • Alone in the lonelyness

    Rupanya aku memang harus mencoba melupakannya,
    setelah segala sesuatu yang datang dan pergi,
    perlahan mengaburkan harapan yang sebelumnya selalu ku genggam,
    berpaling dari tatapan matamu yang tak menuju pada ku.
    Apakah kau begitu sempurna untukku?

    Aku bukan laki2 yang tak berbuat apa2 untuk menyayangi mu
    Aku bukan laki2 yang tak bisa apa2 untuk membahagiakan mu
    Meski aku tetap manusia yang tak sempurna,
    manusia dengan hati kosong tanpa balas cinta.




    Rupanya aku benar2 harus berusaha melupakannya,
    setelah segala sesuatu yang muncul dan menghilang.
    Apakah kau tak pantas untuk ku? Atau justru aku yang tak sepadan untuk mu?

    Dengan sebelah mata pun, ia tak pernah membalas mata ku
    Aku bukan laki2 yang hanya berdiam diri menghayati perasaan
    Aku bukan laki2 yang hanya termenung melamunkan mu, merindukan mu
    Rupanya aku mesti melupakannya,
    tentang kerinduan ku pada indah lahirnya,
    tentang kerinduan ku akan sambutan hatinya,
    Aku menyelesaikan kalimat harapan dengan sahaja,
    “Aku menanti pintu hatimu terbuka – untukku,
    aku tunggu dari jauh, dari dalam gelap,
    dalam sunyi kesendirian …”

    Share this to your friends

    2 comments to Alone in the lonelyness

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.