Inbound

  • Related

  • 5 Elements of Monkey King Myth

    Kisah Perjalanan ke Barat (Pilgrimage To The West) adalah sebuah mitos yang dikembangkan berdasarkan basis agama Budha. Tentang Wu Kong (Sun Go Kong), Ziu Ba Ji (Wu Neng), Tsah Chen (Wu Jing) dan Biksu Dao Xan Zang (Qin Xan Ze).

    Perjalanan mereka diawali dari berbagai dasar kisah (alasan) yang menyebabkan mereka harus mengemban amanat untuk bersatu melakukan perjalanan menuju ke barat melalui Jalur Sutra (Silky Road), untuk mendapatkan kitab suci (Sutra) yang akan menjawab segala masalah dan keraguan umat manusia di muka bumi ini. Perjalanan yang akan mengalami 99 masalah, x rintangan, dan y cobaan ( x dan y adalah jumlah yang tidak saya ketahui secara pasti). Begitulah menurut kepercayaan mereka.

    Mungkin tidak semua menyadari filosofi yang sangat mendasar dibalik petuah-petuah bijak ala Budha. Tentang hakikat manusia di muka bumi ini dan tindakan kita di masa lalu, saat ini dan masa yang akan datang. Karena saya tidak pandai berbasa-basi, mari kita bahas lebih detil ;

    1. Wu Kong, terlahir sebagai sebuah limbah dari penciptaan alam semesta. Wujudnya yang berupa kera merupakan imajinasi dari sikap buruk seorang manusia (bahwa manusia yang kelakuannya tidak bisa diatur layaknya binatang, dan binatang paling berkerabat dengan manusia adalah kera). Menjadi siluman Raja Kera karena kemampuannya yang lebih dari semua kera normal, dan memang pada dasarnya memang sakti dengan 72 jurus sihirperlu diingat, ketika kita dalam kondisi tak terkendali (pengaruh emosi, alkohol, dan lainnya) akan menyebabkan ketidaksadaran terhadap batas kekuatan kita yang normal – seolah kita jadi lebih kuat. Wu Kong mendapatkan hukuman dari Budha karena telah melakukan keonaran di istana langit, mengacaukan peraturan yang semestinya. Wu Kong adalah cerminan dari sifat keliaran manusia yang tersembunyi dibalik raga, dan akan meledak-ledak ketika tidak kita kendalikan dengan kebijaksanaan pikiran dan keyakinan.
    2. Wu Neng, Sebagai Panglima Langit Tian Peng yang memiliki banyak jasa besar untuk istana dan 36 jurus sihir – terjerembab dalam dosa yang menyebabkannya terbuang dari langit dan ditugasi Budha untuk menyertai Dao Xan Zang ke barat. Wu Neng tergoda pada Dewi, Bulan (Chang ‘E), terobsesi pada kekuasaan dan harta melimpah. Ini adalah cerminan manusia dari hasrat dan keinginan yang harus dikendalikan dengan baik supaya tidak menjadi racun pada diri sendiri. Turun ke bumi dalam wujud babi sebagai gambaran dari kemakmuran dan kenikmatan.
    3. Wu Jing, Juga seorang Panglima Langit yang dihukum dibuang ke bumi karena kesalahannya pada kelalaian terhadap tanggung jawabnya. Sosok mengerikan yang dicitrakan untuknya sebagai simbol kepercayaan diri. Wu Jing paling tidak sakti diantara rombongan perjalanan ke barat, hanya 18 ilmu sihir – tapi menjadi paling sakti jika berada dalam air. Wu Jing merupakan cerminan dari kebodohan dan keragu-raguan yang dimiliki manusia, tabiatnya yang gemar memakan manusia dan siluman lemah lainnya (sebelum bergabung bersama Dao Xan Zang) adalah metafora dari sikap rakus manusia dan tindakan ceroboh tanpa berpikir.
    4. Dao Xan Zang, dihukum Budha untuk terlahir sebagai manusia biasa karena lalai dalam tugasnya saat masih menjadi salah satu murid Budha di khayangan. Kesalahannya hanya bisa ditebus dengan melakukan perjalanan ke barat mengambil kitab suci, bersama Wu Kong, Wu Neng dan Wu Jing. Biksu Dao Xan Zang adalah cerminan dari sifat malas dan lemah yang dimiliki manusia.
    5. Sebenarnya masih ada satu lagi, yaitu Kuda Naga (Yuu Long). Dia adalah pangeran dari Raja Naga Laut Timur. Karena kesalahannya – membakar Mutiara Sakti milik Kaisar langit, dia mesti dihukum mati. Tapi Utusan Budha datang menyelamatkannya dan menyuruhnya bersembunyi, menunggu kedatangan seorang biksu dan 3 muridnya datang. Kuda Naga adalah gambaran dari kepura-puraan dan sifat manipulasi yang dimiliki manusia, Karena ketika hendak ditangkap pasukan langit, dengan pandai dia menyamar manjadi apa saja.

    Inti dari perjalanan ke barat bukanlah sekedar mengambil kitab untuk menyelamatkan seluruh umat manusia. Dalam perjalanan itu dikisahkan berbagai macam masalah, rintangan dan cobaan yang harus mereka alami untuk menguji iman dan keyakinan mereka menempuhi amanat dari langit untuk semua makhluk di dunia.

    Setiap rintangan yang dihadapi merupakan perwujudan dari sifat manusia di muka bumi yang harus dihadapi dan diantisipasi, bukan dibinasakan. Cerita ini mengenai pengendalian diri bukan tentang aksi laga.

    Mungkin sampai saat ini pun, semestinya mitos tentang perjalanan ke barat belum juga selesai. Karena nyatanya manusia masih terjebak dalam segala keburukan yang ditakutkan akan mengakhiri dunia (karena kesalahan mereka sendiri).Tapi karena pada kitab-nya (atau lebih tepat disebut sebagai analogi novel, karena diciptakan pada abad ke-18), legenda ini diselesaikan dalam 100 babak (chapter) yang sarat dengan bahasa puitis dan petuah-petuah bijaksana untuk memaknai hidup sebagai manusia dan menyembah Tuhan.

    Misalkan pun memang ada kitab yang dijanjikan oleh Budha akan ditemukan di Kuil Lei Yieun, Kitab tersebut merupakan sebuah resume atau review perjalanan mereka sendiri. Sebuah kitab hikmah, Wisdom Sutra.

    Saya, meskipun bukan sebagai penganut Budha, percaya bahwa Sidharta Gautama telah memberikan pencerahan pada umat manusia dan melakukan perubahan besar melalui petuah-petuah bijak yang dihaturkan. Ketika ada kalanya batas agama tidak saling bersinggungan, saya berkata bahwa ini adalah adalah pelajaran memaknai hidup.

    “Kita hidup di dunia ini untuk mengumpulkan bekal hidup di akherat nanti”

    Related Blogs

    Related Blogs

    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    • Related Blogs on Inspirations
    • Related Blogs on Issue

    Related Blogs

    Related Blogs

    Related Blogs

    Related Blogs

    Related Blogs

    • Related Blogs on Inspirations
    Share this to your friends

    2 comments to 5 Elements of Monkey King Myth

    • ternyata inti dari kisah (film) tersebut begitu ya. baru tau. ^_^

    • @ Siwid : :) nggak tau juga ya, itu kan cuma pendapat dan filosofi yang saya ambil secara pribadi. Mungkin ada pelajaran lebih mendalam dan hebat (tanpa membahas perbadaan dasar agama) yang bisa kita peroleh dari perjalanan ke barat tersebut. Just be wise to capture any lessons.
      Thanks for visiting

    Leave a Reply

      

      

      


    You can use these HTML tags

    <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

    Maximum 2 links per comment. Do not use BBCode.